Sabtu, 22 November 2008
KISAH PENDOA
Ketika kumohon pada Allah kekuatan,
Allah memberiku kesulitan, agar aku menjadi kuat.
Ketika kumohon pada Allah kebijaksanaan,
Allah memberiku masalah, untuk kupecahkan.
Ketika kumohon pada Allah kesejahteraan,
Allah memberiku akal pikiran untuk berpikir.
Ketika kumohon pada Allah keberanian,
Allah memberiku kondisi bahaya, untuk kuatasi.
Ketika kumohon pada Allah cinta,
Allah memberiku orang-orang bermasalah, untuk kutolong.
Ketika kumohon pada Allah bantuan,
Allah memberiku kesempatan.
Aku tak selalu menerima apa yang kuminta,
Tetapi aku menerima segala yang kubutuhkan.
dari milis faperta83, posting by Lin,
dari buku " Brain Management for self improvement by dr. H.Taufik Pasiak M.Pd.I.,M.Kes
Selasa, 18 November 2008
Rampak Kendang
Beberapa extrakurikuler yang melibatkan Angkatan 83 diantaranya : Majalah Genera (Pimpinan Redaksi : Kang Erwin), Teater 501 (Kepala Suku : Kang Eddy Kuswandie), Rampak Kendang (Kapala Nayaga : Kang Jajat Sudrajat), dll. Bagaimana cara berlatihnya rampak kendang ? "Turutan we urang", kata Kang Jajat. "Tapi kudu kompak, supados rampak kadanguna".
Ya, begitulah metode berlatihnya. Mirip latihan drumband. Memang latihan rampak kendang dengan drumband rada-rada mirip, kalau dilihat dari arah pantai. Dari kampus Dipati Ukur.
Pengalaman main ? Lumayan. Pernah diundang main di acara kemahasiswaan Unpar. Kalau main diacara resmi Fakultas atau Universitas, sudah sering diundang untuk acara tersebut. Bahkan pernah main di Soreang, main bareng seniman-seniman sunda lainnya...
Kalau sudah melakukan KDRT mukulin kendang, tangan dan jari terasa sakit. "Diubaran, make minyak kalapa jeung jeruk nipis", kata Kang Jajat. "Dicampur Kang ?".
"Sanes, atuh Kang", kata Kang Jajat. "Minyak kalapa kanggo ngurut panangan".
"Ari Jeruk Nipis, dinaonkeun ?"
"Jeruk nipis mah di inum atuh....pan ari geus maen bari gogorowokan mah sok jadi haus".
***** Admin
Senin, 17 November 2008
Temu Alumni Faperta 83
Matahari masih malu-malu untuk bersinar dipagi itu, bersembunyi dibalik awan mendung.Mungkin matahari malu melihat para alumni Faperta angkatan 83 yang sudah ber 'usia' tetapi masih tetap lucu. Nyaris tidak berubah dalam penampilan, suasana pertemuan masih tetap terasa seperti saat kuliah dulu di "bekas hotel" dekat Dago Tea House.
Acara dimulai dengan makan siang, dilanjutkan dengan acara ramah tamah dan sedikit pembicaraan serius tentang bagaimana agar alumni Faperta 83 tetap kompak selalu.
Ada yang kenal dengan akang dan euceu yang menghadiri pertemuan ? Berdiri dari ki-ka : Dedi Juhaeni, Dodi Sambodo, Ridwan, Mediana Ramadhini, Yanti, Helena Fanni, Yuyun, Pinpin Sofyana Dewi, Ratu Ana Karlina, Yuyu Yandani, Thomas Nugraha, Komaran. Duduk dari ki-ka : ....., Wawan Tavip Suwanda, Dedi, Jajat Sudrajat, Jhoni Siahaan, Dano, Sani Jatnika. Tidak kelihatan : Endang Wahyuningsih (soalnya pulang duluan...).
Admin, 18 November 2008