
Bagi Akang dan Euceu angkatan 83, event L3B memberi kenangan yang sangat dalam. Itulah sebabnya, pada event L3B yang diadakan tgl. 15 Maret 2009 lalu, angkatan 83 menyumbang regu perserta terbanyak : 3 regu Akang-akang dan 1 regu Euceu.
Tercatat Kang Freddy sengaja "terbang" dari Bangka hanya untuk menghadiri acara ini, kemudian Kang Syahrul yang baru datang dari Gorontalo langsung ikut bergabung. Akang-akang yang hadir lainnya adalah : Kang Didit (Medan), Kang Mmo (Cianjur), Kang Jajat (Jakarta), Kang Kusnaedi (Bekasi), Kang Ogi (Tasikmalaya), Kang Rohman (Bandung), Kang Yuyu Yandani (Rancabolang), Kang Erwin (Bogor, tim penjemput dari Pos 3), Kang Rully (Bogor), Kang Gatot (Bandung), Kang Teten (Bandung, tim pemberi semangat dan doa), Kang Dano (Lampung), dan Kang Tomas (Jakarta - ngakunya : Manager Tim).
Sedangkan tim Euceu, terdiri dari : Ceu Yanti (Bandung), Ceu Endang (Tasikmalaya), Ceu Tini (Jakarta), Ceu Mediana (Depok), Ceu Rika (Bandung).
Sebelum tim alumni diberangkatkan dalam kloter 6 (kloter terakhir) oleh Panitia, tim angkatan 83 sempat berfoto bersama dengan Piala Bergilir L3B, juga berfoto ria - narcis yang nggak pernah hilang. Pada saat start, ada pengarahan dari Dekan (Ceu Yuyun), Kang Kamil (alumni), dan akang yang lainnya. Bendera start di kibarkan oleh Kang Medi (PD 2).
Tim angkatan 83 ternyata tim yang paling kompak. Dari seragam kaos dan topi yang ternyata telah disediakan oleh Kang Jajat (bari ngingetan : inget pada mayar ka rekening Ceu Medi jang baksos......!), hingga perjalanan yang selalu ditempuh bersama-sama (soalna era lamun bareng jeung angkatan lain).
Sebelum Pos 2, beberapa anggota regu sudah KO, termasuk Manager Tim (Kang Tomas). "Lamun teu eureun, urang moal bisa ngajemput di Pos 3 ! " kata Manager Tim ngeles....
Sebelum mencapai Pos 2, regu yang terdiri dari Kang Jajat, Kang Rully, Kang Kusnaedi dan Kang Dano disesatkan oleh petunjuk arah yang sengaja telah dibelokkan ke arah lain. Tetapi berkat doa Kang Teten anu kasep tea, akhirnya tim berhasil tembus ke Pos 2.
Di Pos 2, Akang dan Euceu angkatan 83 berhasil bergabung menjadi satu kelompok untuk menembus tanjakan terjal ke puncak Gunung Manglayang. Beberapa kali Euceu-euceu mulai istirahat karena kram kaki dengan wajah pucat nyaris pingsan, tapi masih bisa pasea tentang penyebab langsing atau tidaknya seseorang. Sedangkan Akang-akang lainnya hanya bisa menggerutu, entah menyalahkan jalur yang terjal, menyalahkan panitia yang tidak berperi kemanusiaan, dengan alasan : lamun jang alumni mah trekna kudu dibedakeun ! ---hayo siapa yang mau nyari ketua panitia terus mau protes atau mau nyari Kang Daging untuk dimintai pertanggungjawaban?, atau sekedar bernostalgia dan saling meledek diantara sesama jalma kolot tapi ngaku ngora keneh...
Akhirnya Pos 3 terlampui. Setelah beristirahat sejenak, kemudian tim melangkahkan kaki yang konon sudah "tidak ada kordinasi antara otak dan kaki" - istilah Kang Didit.
Beruntunglah, mobil ambulance yang stand by di Pos 3 ditarik pulang. "Ibu-ibu yang nggak kuat lagi silahkan naik mobil ambulance," kata supir ambulance lewat speaker. "Bapak-bapak, apakah masih kuat Jalan ?" katanya lagi. Teu pararuguh eta supir ambulance, kalau hanya mau ditumpangi oleh ibu-ibu yang ngomong terus terang aja - demikian gerundel Akang-akang.
Tidak lama kemudian, Euceu-euceu ikut menyetop ambulance dan bergegas naik, diantaranya : Ceu Yanti, Ceu Mediana, Ceu Tini, Ceu Endang, Ceu Rohman, Ceu Ogi, Ceu Jajat, Ceu Yuyu Yandani. Sedangkan yang meneruskan jalan diantaranya : Kang Didit, Kang Mmo, Kang Rully, Kang Gatot dan Kang Dano.
Disuatu warung pinggir kolam, setelah istirahat minum bandrex, Kang Didit ganti kostum. Kaos seragam yang dibagikan diawal start, diganti dengan kaos tulisan : TREKING. Topi rimba seragam hitam yang juga dibagikan sebelum start diganti dengan topi softball tulisan dengan logo pecinta alam yang legendaris. "Era euy lamun make topi ieu, sieun mopo dijalan tadi mah", katanya...Oalah, era ku topi sigana mah..
Tapi perjalanan tidak diteruskan dengan jalan kaki, karena Kang Erwin dan Kang Tomas sudah menjemput di perempatan terdekat. Tim sudah bisa bernapas lega, karena dijemput dengan 2 unit mobil hingga finish. Sampai kampus Faperta, akang-akang kemudian makan nasi kotak yang sudah disediakan Manager Tim sambil ngobrol ngalor ngidul......"Urang dahar ngenah tadi di Pos 3, padahal ngan dahar ketan hideung anu geus heuras jeung kurupuk", kata Ceu Ogi, eh Kang Ogi..
"Gatot, kunaon maneh cicing wae,jeung diukna mani pajauh", kata Kang Didit mulai usil. Atau ketika Kang Mmo, Kang Rully dan Kang Jajat duduk berdampingan, ada Akang yang mulai nyeletuk kalau mereka bertiga : "Awet ngora", maksudnya mungkin mereka bertiga tidak ada perubahan, tetap kasep....hehehe. Atau ketika Kang Ogi mulai usil melihat Kang Teten dan Kang Gatot duduknya selalu berjauhan dan berhadap-hadapan. "Naha kudu aya jarak 4 meter ? lain Teten jeung Gatot teh tatangga ? Cik lamun aya masalah mah didamaikeun", katanya.
Ditambah ketika Kang Yuyu mulai ikut nimbrung, ikut ngabodor. "Kang ari di kebon, lamun aya topi ADM diluhur tongkat, teu meunang dideukeutan ?" kata Kang Didit. "Enya, komo lamun tongkatna eundeuk-eundeukan", kata Kang Yuyu. "Pasti aya nanaonnya....".
Setelah makan jatah siang disantap pada sore hari usai, kemudian akang-akang saling bersalaman untuk segera kembali pulang ke kota masing-masing......
Mungkinkah L3B yang akan datang, akang dan euceu masih bisa bertemu... ?
Ya, tapi : kaos dan topi segera dibayar ! Kang Jajat ngingetkeun : dananya untuk baksos.....(keukeuh)...
1 komentar:
Ada cerita yang terlewatkan.. kenapa putrinya Kang Yuyu yang ikut jalan dari Start kuat jalannya.. Ada yang bilang sepanjang jalan di ciwitan mun geus henteu kuat.. ada yang bilang disingsienan ku lengena sagede tangkal..
Wani ngekeak pak Adm teh..soalna manehna acan bisa muka LAPTOP..
He he he punten kang..
Posting Komentar